Minggu, 27 Maret 2016

Artikel kesehatan mental



  
Definisi kesehatan mental
            Kesehatan mental sangat dipengaruhi  oleh  budaya dimana orang itu tinggal.apa yang dilakukan oleh suatu budaya tertentu ,bisa saja menjadi hal yang aneh dan tidak normal dalam budaya lain,dan demikian pula sebaliknya (sias, 2006)
            Kesehatan mental adalah suatu keadaan dimana seseorang  tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri ,memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya ,kemampuan menghhadapi masalah masalah dalam hidupnya ,memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya,serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.(pieper dan uden  ,2006)
Menurut notosoedirjo dan latipun (2005) Terdapat banyak cara dalam mendefinisikan kesehatan mental  (mental hygene)  
-karna tidak pernah mengalami gangguan mental
-tidak jatuh sakit akibat stressor
-sesuai dengan kapasitasnya dan selaras dengan lingkungannya
-tumbuh berkembang  secara positif

Konsep Sehat Berdasarkan
1. Dimensi Emosi
Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan. Mampu mendidiplikan diri.
2.Dimensi Intelektual
Dikatakan sehat secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan
3. Dimensi Sosial
Sehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama
4. Dimensi Fisik
Dikatakan sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun

5. Dimensi Mental
Diartikan sebagai kemampuan berfikir dengan jernih dan koheren. Istilah inidibedakan dari kesehatan emosional dan sosial, meskipun ada hubungan yang erat di antara ketiganya.
6. Dimensi spritual
adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka Secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional


Sejarah perkembangan kesehatan mental

o   Zaman Prasejarah
Manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik, seperti infeksi, artritis, dll.
Zaman peradaban awal
1.Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2.Hypocrates (Ia berpendapat penyakit atau gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3.Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)

o   Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.

o   Zaman Pra Ilmiah
1.Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa.
2.Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit.
o   Zaman Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagailunatics(orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.

 Pendekatan Kesehatan Mental
1. Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental.
2. Penyesuain Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. 
3. Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Sumber :
Schultz, Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Penerbit Kanisius
http://www.docstoc.com /docs/143453543/Kuliah- 3_-Pendekatan-dalam-Kesehatan- Mental