MAKALAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS & KEBERBAKAT

DISUSUN OLEH :
1.
BAYU OKTAVIRIYAN W ( 12514534)
2.
M ROYAN FEBRIANTO ( 17514534)
3.
PIKI BAHTIAR (18514441)
KELAS : 1PA18
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2014/2015
BAB I
PENGERTIAN
4P ( Pribadi, Proses, Pendorong(Press), Produk )
a) Pribadi
Kreatifitas adalah ungkapan keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungan. Dari pribadi yang unik inilah diharapkan timbul ide – ide baru dan produk – produk yang inovatif.
Kreatifitas adalah ungkapan keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungan. Dari pribadi yang unik inilah diharapkan timbul ide – ide baru dan produk – produk yang inovatif.
b) Proses
Untuk mengembangkan kreativitas siswa, ia perlu diberi kesempatan untuk bersibuk secara aktif. Pendidik hendaknya dapat merangsang siswa untuk melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan kreatif. Untuk itu yang penting adalah memberi kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif. Pertama – tama yang perlu adalah proses bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkan produk kreatif yangbermakna.
Untuk mengembangkan kreativitas siswa, ia perlu diberi kesempatan untuk bersibuk secara aktif. Pendidik hendaknya dapat merangsang siswa untuk melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan kreatif. Untuk itu yang penting adalah memberi kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif. Pertama – tama yang perlu adalah proses bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkan produk kreatif yangbermakna.
c) Produk
Definisi yang terfokus pada produk kreativitas menekankan unsure orisinalitas, kebaruan, kebermaknann. Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan lingkungan yaitu sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (Kesibukan , kegiatan) kreatif. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa pendidik menghargai produk kreatifitas anak dan mengkomunikasikannya kepada yang lain, misalnya dengan mempertunjukkan atau memamerkan hasil karya anak. Ini akan lebih menggugah minat anak untuk berkreasi.
Pendorong(Press)
Pendekatan yang keempat pada kreativitas terfokus pada pendorong kreatif, social, dan lingkungan psikologi. Untuk mewujudkan bakat kreatif siswa diperlukan dorongan dan dukungan dari lingkungan (motivasi eksternal) yang berupa apresiasi, dukungan, pemberian penghargaan, pujian, insentif, dan dorongan dari dalam diri siswa sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung, tetapi dapat pula dihambat dalam lingkungan yang tidak mendukung. Banyak orang tua yang kurang menghargai kegiatan kreatif anak mereka dan lebih memprioritaskan pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memperoleh rangking tinggi dalam kelasnya. Demikian pula guru meskipun menyadari pentingnya perkembangan kreatifitas tetapi dengan kurikulum yang ketat dan kelas dengan jumlah murid yang banyak maka tidak ada waktu bagi pengembangan kreativitas.
Definisi yang terfokus pada produk kreativitas menekankan unsure orisinalitas, kebaruan, kebermaknann. Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan lingkungan yaitu sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (Kesibukan , kegiatan) kreatif. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa pendidik menghargai produk kreatifitas anak dan mengkomunikasikannya kepada yang lain, misalnya dengan mempertunjukkan atau memamerkan hasil karya anak. Ini akan lebih menggugah minat anak untuk berkreasi.
Pendorong(Press)
Pendekatan yang keempat pada kreativitas terfokus pada pendorong kreatif, social, dan lingkungan psikologi. Untuk mewujudkan bakat kreatif siswa diperlukan dorongan dan dukungan dari lingkungan (motivasi eksternal) yang berupa apresiasi, dukungan, pemberian penghargaan, pujian, insentif, dan dorongan dari dalam diri siswa sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung, tetapi dapat pula dihambat dalam lingkungan yang tidak mendukung. Banyak orang tua yang kurang menghargai kegiatan kreatif anak mereka dan lebih memprioritaskan pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memperoleh rangking tinggi dalam kelasnya. Demikian pula guru meskipun menyadari pentingnya perkembangan kreatifitas tetapi dengan kurikulum yang ketat dan kelas dengan jumlah murid yang banyak maka tidak ada waktu bagi pengembangan kreativitas.
BAB II
TEORI-TEORI MENGENAI KREATIVITAS
·
Definisi
Operasional Kreativitas
Kretivitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992).
Kretivitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992).
·
Definisi Kreativitas menurut Clark
Clark
berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,
mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan
sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu :
berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking,
feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
Clark (1983) mengkategorikan faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas ke
dalam dua kelompok yaitu :
a. Faktor yang
mendukung perkembangan kreatifitas adalah sebagai berikut :
a. Situasi yang
menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan
b. Situasi yang
memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak pertanyaan
c. Situasi yang
dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu.
d. Situasi yang
mendorong tanggungjawab dan kemandirian
e. Situasi yang
menekankan inisiatif diri untuk menggali, mengamati, bertanya, merasa,
mengklasifikasikan, mencatat, menerjemahkan, memperkirakan, menguji hasil
perkiraan dan mengomunikasikan.
f. kedwibahasaan
yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreatifitas secara lebih luas
karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih bervariasi, lebih fleksibel
dalam menghadapi masalah, dan mampu mengekspresikan dirinya dengan cara yang
berbeda dari umumnya yang dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya.
g. Posisi
kelahiran (berdasarkan tes kreatifitas, anak sulung laki-laki lebih kreatif
daripada anak laki-laki yang lahir kemudian)
h. Perhatian dari
orangtua terhadap minat anaknya, stimulasi dari lingkungan, sekolah, dan
motivasi diri.
b. Faktor
Penghambat Berkembangnya Kreatifitas adalah sebagai berikut:
a. Adanya
kebutuhan akan keberhasilan, ketidakberanian dalam menanggung resiko, dan upaya
mengejar sesuatu yang belum diketahui
b. Konformitas
terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial
c. Kurang berani
dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan penyelidikan
d. Stereotip
peran seks
e. Diferensiasi
antara bekerja dan bermain.
f. Otoritarianisme
g. Tidak menghargai
terhadap fantasi dan khayalan
·
Teori Tentang Pembentukan pribadi
kreatif
Banyak sekali teori yang berusaha
menjelaskan pembentukan kepribadian kreatif. Yang akan dibahas di sini ialah dari
dua mazhab,yaitu teori psikoanalisis dan teori humanistic untuk digunakan
sebagai landasan perencanaan program pendidikan anak berbakat.
a. Teori
Psikoanalisis
Pada Umumya teori-teori
spikoanalisis melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah,yang
biasanya mulai di masa mulai dimasa anak.Pribadi kreatif dipandang sebagai
seseorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis,yang dihadapi dengan
memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi
pemecahan inovatif dari trauma.Tindakan kreatif menstranformasi keadaan yang
tidak sehat menjadi sehat.
b. Freud
Menurut beberapa pakar spikologi
kemampuan kreatif merupakan cirri kepribadian yang menetap pada lima tahun
pertama dari kehidupan.Sigmund Freud (1856-1939) adalah tokoh utama yang
menganut pandangan ini. Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan,yang merupakan
upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak
menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Karena mekanisme pertahanan
mencegah pangamatan yang cermat dari dunia,dan karena menghabiskan energy
psikis,mekanisme pertahanan biasanya merintangi produktivitas kreatif.
Kaitan antara kebutuhan seksual yang
tidak disadari dan kreativitas mulai pada tahun-tahun pertama kehidupan.Menurut
Freud,orang hanya didorong untuk menjadikan kreatif jika mereka tidak dapat
memenuhi kebutuhan seksual secara langsung.Pada umur empat tahun anak
mengembangkan hasrat fisik untuk orang tua dari jenis kelamin yang
berbeda.Karena kebutuhan ini tidak dapat terpenuhi maka terjadi sublimasi dan
awal dari imajinasi.Freud menjelaskan banyak karya seni sebagai sublimasi dari
seniman.Sebagai contoh,banyaknya lukisan Leonardo da Vinci mengenai Madonna
dihasilkan dari kebutuhan seksual dengan tokoh ibu yang disublimasi,karena ia kehilangan ibunya
pada usia muda.
Macam Mekanisme Pertahanan adalah :
a. Represi, yaitu secara tidak sadar
melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk diingat.
b. Kompensasi, yaitu berusaha
mengimbangi ketidakmampuan yang dilakukan secara tidak sadar dengan menonjolkan
pada hal lain..
c. Rasionalisasi, yaitu percaya bahwa
suatu kondisi yang bertentangan dengan apa yang diinginkan sesungguhnya adalah
memang hal yang diinginkan, misalnya karena tidak berhasil mendapatkan tiket
untuk melihat pertandingan sepak bola kemudian mengatakan bahwa sebenarnya ia
tidak tertarik untuk pergi.
d. Identifikasi, yaitu ingin menjadi
seperti seseorang dengan menerima standar dan nilai orang itu menjadi standar
dan nilai diri sendiri.
e. Intropeksi, yaitu menerima standar
dan nilai seseorang karena takut untuk tidak sependapat dengan dia.
f. Regresi, yaitu kembali ke prilaku
yang sebelumnya berhasil, jika prilaku saat ini tidak berhasil, misalnya
menangis ketika mendapat nilai rendah dengan harapan guru akan merubah nilainya.
g. Proyeksi, yaitu menganggap seseorang
meemiliki perasaan terhadap seseorang yang sebaliknya dari perasaan
sesungguhnya terhadap dia.
h. Pembentukan reaksi, yaitu pengalihan
impuls yang menimbulkan kecemasan ke impuls lawannya, misalnya apabila
seseorang merasa benci atau dendam pada orang lain dan kebencian itu menimbulkan
kecemasan pada dirinya, maka orang tersebut akan menampilkan prilaku sayang
atau kasih (cinta) utnuk menyembunyikan rasa benci tersebut.
i.
Pemindahan,
yaitu jika takut mengungkapkan perasaan terhadap seseorang, perasaan itu
diungkapkan terhadap seseorang yang kurang kuasa, misalnya karena takut
menyatakan kemarahan kepada atasan, maka marah-marah pada anak.
j.
Kompartementalisasi,
yaitu mempunyai dua kepercayaan yang saling bertentangan pada saat yang sama,
misalnya meskipun ia sebetulnya bodoh, tetapi ia pintar berhitung (freud, S.
1963, introductory lectures on psycho-analysis dalam Utami Munandar, 1999).
c. Teori
Ernst Kris
Ermest Kris (1900-1957) menekankan
bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke prilaku sebelumnya yang
akan memberi kepuasan,jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi
kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Jika seseorang mampu ‘’regress’’ ke kerangka berpikir atau pola
perilaku seperti anak ,rintangan antara alam pikiran sadar dan tidak sadar
menjadi kurang dan bahan yang tidak disadari yang sering mengandung benih
kreativitas dapat menembus ke alam sadar.Orang-orang kreatif adalah mereka yang
paling mampu memanggil bahan-bahan dari alam pikiran tidak sadar.Sebagai orang
dewasa kita tidak pernah seperti anak lagi.Orang kreatif tidak mengalami
hambatan untuk bisa seperti anak dalam pemikiran mereka.Mereka dapat
mempertahankan sikap bermain dengan masalah-masalah serius dalam
kehidupan.Dengan demikian,mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang
segar dan inovatif untuk ‘’regress in the service of the ego’’.
d. Teori
Jung
Carl jung (1875-1961) juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan
peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi.Alam pikiran yang
tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi.Disamping itu,ingatan kabur dari
pengalaman-pengalaman yang paling berpengaruh dari nenek moyang kita.Dari
ketidaksadaran kolektif ini timbul pertemuan,teori,seni,dan karya-karya baru
lainya.Proses inilah yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.
e.
Teori
Humanistik
Teori
Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis pada
tingkat tinggi.
Teori
Humanistik meliputi:
1. Teori Maslow Abraham
Maslow (dalam Basuki, 2010) berpendapat bahwa manusia mempunyai naluri‐naluri dasar yang
menjadi nyata sebagai kebutuhan yaitu kebutuhan fisik atau biologis, kebutuhan
akan rasa aman, kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan
cinta, kebutuhan akan penghagaan dan harga diri, kebutuhan aktualisasi atau
perwujudan diri, Kebutuhan estetik. Kebutuhan‐kebutuhan tersebut mempunyai urutan
hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”.
Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi)
disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri berkait erat dengan
kreativitas. Bila bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu
memusatkan dirinya pada yang hakiki.
2. Teori Rogers Carl
Rogers (dalam Basuki, 2010) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif
yakni keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi patokan
pribadi seseorang (internal locus of evaluation), kemampuan untuk
bereksperimen. Ketiga ciri atau kondisi tersebut merupakan dorongan dari dalam
(internal press) untuk berkreasi.
3. Teori Cziksentmihalyi Ciri
tumbuhnya kreativitas pada individu yakni Predisposisi genetis (genetic
predisposition), mempunyai minat pada usia dini pada ranah tertentu
sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas; mempunyai akses
terhadap suatu bidang dengan Adanya sarana dan prasarana serta adanya Pembina
atau mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat; Access
to a field (Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat,
tokoh‐tokoh penting dalam
bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan
kesempatan bekerja sama dengan pakar‐pakar
dalam bidang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan,
penghargaan dari orang‐orang
penting).
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar