Jumat, 20 Maret 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS & KEBERBAKAT

MAKALAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS & KEBERBAKAT

      index.jpg

DISUSUN OLEH :
1.      BAYU OKTAVIRIYAN W ( 12514534)
2.      M ROYAN FEBRIANTO ( 17514534)
3.      PIKI BAHTIAR (18514441)

KELAS : 1PA18


UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2014/2015
BAB I
PENGERTIAN 4P ( Pribadi, Proses, Pendorong(Press), Produk )
a)      Pribadi
Kreatifitas adalah ungkapan keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungan. Dari pribadi yang unik inilah diharapkan timbul ide – ide baru dan produk – produk yang inovatif.
b)      Proses
Untuk mengembangkan kreativitas siswa, ia perlu diberi kesempatan untuk bersibuk secara aktif. Pendidik hendaknya dapat merangsang siswa untuk melibatkan dirinya dalam berbagai kegiatan kreatif. Untuk itu yang penting adalah memberi kebebasan kepada siswa untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif. Pertama – tama yang perlu adalah proses bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkan produk kreatif yangbermakna.
c)      Produk
Definisi yang terfokus pada produk kreativitas menekankan unsure orisinalitas, kebaruan, kebermaknann. Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan lingkungan yaitu sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (Kesibukan , kegiatan) kreatif. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa pendidik menghargai produk kreatifitas anak dan mengkomunikasikannya kepada yang lain, misalnya dengan mempertunjukkan atau memamerkan hasil karya anak. Ini akan lebih menggugah minat anak untuk berkreasi.
Pendorong(Press)
Pendekatan yang keempat pada kreativitas terfokus pada pendorong kreatif, social, dan lingkungan psikologi. Untuk mewujudkan bakat kreatif siswa diperlukan dorongan dan dukungan dari lingkungan (motivasi eksternal) yang berupa apresiasi, dukungan, pemberian penghargaan, pujian, insentif, dan dorongan dari dalam diri siswa sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung, tetapi dapat pula dihambat dalam lingkungan yang tidak mendukung. Banyak orang tua yang kurang menghargai kegiatan kreatif anak mereka dan lebih memprioritaskan pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memperoleh rangking tinggi dalam kelasnya. Demikian pula guru meskipun menyadari pentingnya perkembangan kreatifitas tetapi dengan kurikulum yang ketat dan kelas dengan jumlah murid yang banyak maka tidak ada waktu bagi pengembangan kreativitas.
BAB II
TEORI-TEORI MENGENAI KREATIVITAS
·         Definisi Operasional Kreativitas
Kretivitas merupakan : “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”.(Munandar SCU, 1077)
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992).

·        Definisi Kreativitas menurut Clark
Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak, mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
Clark (1983) mengkategorikan faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas ke dalam dua kelompok yaitu :
a.    Faktor yang mendukung perkembangan kreatifitas adalah sebagai berikut :
a.    Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan
b.    Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak pertanyaan
c.    Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu.
d.    Situasi yang mendorong tanggungjawab dan kemandirian
e.    Situasi yang menekankan inisiatif diri untuk menggali, mengamati, bertanya, merasa, mengklasifikasikan, mencatat, menerjemahkan, memperkirakan, menguji hasil perkiraan dan mengomunikasikan.
f.     kedwibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreatifitas secara lebih luas karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih bervariasi, lebih fleksibel dalam menghadapi masalah, dan mampu mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda dari umumnya yang dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya.
g.    Posisi kelahiran (berdasarkan tes kreatifitas, anak sulung laki-laki lebih kreatif daripada anak laki-laki yang lahir kemudian)
h.    Perhatian dari orangtua terhadap minat anaknya, stimulasi dari lingkungan, sekolah, dan motivasi diri.
b.    Faktor  Penghambat Berkembangnya Kreatifitas adalah sebagai berikut:
a.    Adanya kebutuhan akan keberhasilan, ketidakberanian dalam menanggung resiko, dan upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui
b.    Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial
c.    Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan penyelidikan
d.    Stereotip peran seks
e.    Diferensiasi antara bekerja dan bermain.
f.     Otoritarianisme
g.    Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan
·         Teori Tentang Pembentukan pribadi kreatif
Banyak sekali teori yang berusaha menjelaskan pembentukan kepribadian kreatif. Yang akan dibahas di sini ialah dari dua mazhab,yaitu teori psikoanalisis dan teori humanistic untuk digunakan sebagai landasan perencanaan program pendidikan anak berbakat.
a.       Teori Psikoanalisis
Pada Umumya teori-teori spikoanalisis melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah,yang biasanya mulai di masa mulai dimasa anak.Pribadi kreatif dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis,yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.Tindakan kreatif menstranformasi keadaan yang tidak sehat menjadi sehat.
b.      Freud
Menurut beberapa pakar spikologi kemampuan kreatif merupakan cirri kepribadian yang menetap pada lima tahun pertama dari kehidupan.Sigmund Freud (1856-1939) adalah tokoh utama yang menganut pandangan ini. Ia menjelaskan proses kreatif  dari mekanisme pertahanan,yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Karena mekanisme pertahanan mencegah pangamatan yang cermat dari dunia,dan karena menghabiskan energy psikis,mekanisme pertahanan biasanya merintangi produktivitas kreatif.
Kaitan antara kebutuhan seksual yang tidak disadari dan kreativitas mulai pada tahun-tahun pertama kehidupan.Menurut Freud,orang hanya didorong  untuk  menjadikan kreatif jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual secara langsung.Pada umur empat tahun anak mengembangkan hasrat fisik untuk orang tua dari jenis kelamin yang berbeda.Karena kebutuhan ini tidak dapat terpenuhi maka terjadi sublimasi dan awal dari imajinasi.Freud menjelaskan banyak karya seni sebagai sublimasi dari seniman.Sebagai contoh,banyaknya lukisan Leonardo da Vinci mengenai Madonna dihasilkan dari kebutuhan seksual dengan tokoh ibu  yang disublimasi,karena ia kehilangan ibunya pada usia muda.
Macam Mekanisme Pertahanan adalah :
a.       Represi, yaitu secara tidak sadar melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk diingat.
b.      Kompensasi, yaitu berusaha mengimbangi ketidakmampuan yang dilakukan secara tidak sadar dengan menonjolkan pada hal lain..
c.       Rasionalisasi, yaitu percaya bahwa suatu kondisi yang bertentangan dengan apa yang diinginkan sesungguhnya adalah memang hal yang diinginkan, misalnya karena tidak berhasil mendapatkan tiket untuk melihat pertandingan sepak bola kemudian mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak tertarik untuk pergi.
d.      Identifikasi, yaitu ingin menjadi seperti seseorang dengan menerima standar dan nilai orang itu menjadi standar dan nilai diri sendiri.
e.       Intropeksi, yaitu menerima standar dan nilai seseorang karena takut untuk tidak sependapat dengan dia.
f.       Regresi, yaitu kembali ke prilaku yang sebelumnya berhasil, jika prilaku saat ini tidak berhasil, misalnya menangis ketika mendapat nilai rendah dengan harapan guru akan merubah nilainya.
g.      Proyeksi, yaitu menganggap seseorang meemiliki perasaan terhadap seseorang yang sebaliknya dari perasaan sesungguhnya terhadap dia.
h.      Pembentukan reaksi, yaitu pengalihan impuls yang menimbulkan kecemasan ke impuls lawannya, misalnya apabila seseorang merasa benci atau dendam pada orang lain dan kebencian itu menimbulkan kecemasan pada dirinya, maka orang tersebut akan menampilkan prilaku sayang atau kasih (cinta) utnuk menyembunyikan rasa benci tersebut.
i.        Pemindahan, yaitu jika takut mengungkapkan perasaan terhadap seseorang, perasaan itu diungkapkan terhadap seseorang yang kurang kuasa, misalnya karena takut menyatakan kemarahan kepada atasan, maka marah-marah pada anak.
j.        Kompartementalisasi, yaitu mempunyai dua kepercayaan yang saling bertentangan pada saat yang sama, misalnya meskipun ia sebetulnya bodoh, tetapi ia pintar berhitung (freud, S. 1963, introductory lectures on psycho-analysis dalam Utami Munandar, 1999).
c.       Teori Ernst Kris
Ermest Kris (1900-1957) menekankan bahwa  mekanisme pertahanan  regresi (beralih ke prilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan,jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Jika seseorang mampu  ‘’regress’’ ke kerangka berpikir atau pola perilaku seperti anak ,rintangan antara alam pikiran sadar dan tidak sadar menjadi kurang dan bahan yang tidak disadari yang sering mengandung benih kreativitas dapat menembus ke alam sadar.Orang-orang kreatif adalah mereka yang paling mampu memanggil bahan-bahan dari alam pikiran tidak sadar.Sebagai orang dewasa kita tidak pernah seperti anak lagi.Orang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pemikiran mereka.Mereka dapat mempertahankan sikap bermain dengan masalah-masalah serius dalam kehidupan.Dengan demikian,mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif untuk ‘’regress in the service of the ego’’.
d.      Teori Jung
 Carl jung (1875-1961) juga   percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi.Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi.Disamping itu,ingatan kabur dari pengalaman-pengalaman yang paling berpengaruh dari nenek moyang kita.Dari ketidaksadaran kolektif ini timbul pertemuan,teori,seni,dan karya-karya baru lainya.Proses inilah yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.
e.       Teori Humanistik
Teori Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis pada tingkat tinggi.
Teori Humanistik meliputi:
1.      Teori Maslow                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Abraham Maslow (dalam Basuki, 2010) berpendapat bahwa manusia mempunyai naluri‐naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan yaitu kebutuhan fisik atau biologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta, kebutuhan akan penghagaan dan harga diri, kebutuhan aktualisasi atau perwujudan diri, Kebutuhan estetik. Kebutuhan‐kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri berkait erat dengan kreativitas. Bila bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki.
2.      Teori Rogers                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Carl Rogers (dalam Basuki, 2010) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif yakni keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation), kemampuan untuk bereksperimen. Ketiga ciri atau kondisi tersebut merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk berkreasi.
3.      Teori Cziksentmihalyi                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Ciri tumbuhnya kreativitas pada individu yakni Predisposisi genetis (genetic predisposition), mempunyai minat pada usia dini pada ranah tertentu sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas; mempunyai akses terhadap suatu bidang dengan Adanya sarana dan prasarana serta adanya Pembina atau mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat; Access to a field (Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat, tokoh‐tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar‐pakar dalam bidang yang diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan, penghargaan dari orang‐orang penting).





DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar